Usut Kisruh PT VDNI, Gema Nusa Demo Polda

KilasSultra.com:KENDARI-Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) di demo puluhan warga Senin, 21 Desember 2020.

Warga yang menamakan diri Gerakan Muda Nusantara (Gema Nusa) itu, mendesak Polisi agar mengusut tuntas kasus pembakaran fasilitas perusahaan Virtue Dragon Nickel Industry ( PT. VDNI) di Morosi Kabupaten Konawe, Sultra.

Polda diminta agar aktor hingga pelaku pembakaran lekas diproses secara tuntas. Mereka mendesak Polisi membetuk tim khusus agar penanganan kasus itu, terkuak secara terang benderang dari hulu hingga hilir.

“Kami mendesak pihak Polda agar membentuk tim khusus untuk menyelidiki otak di balik kericuhan demo buruh di PT VDNI,” tutur Muhammad Gustam, koordinator aksi Gema Nusa

Kisruh PT. VDNI terjadi Senin 14 Desember 2020 lalu. Bermula dari sebuah demo karyawan. Tapi unjuk rasa itu, berujung anarkis. Sejumlah fasilitas kendaraan perusahan dibakar oleh masa.

Gema Nusa menduga ada dalang atau otak dibalik peristiwa kerusuhan itu. “Polisi harus mampuh mengusut tuntas persoalan ini,” tambah Gustam.

Selain tuntut dalang dan pelaku kerusuhan, Gema Nusa juga meminta Polda agar menelusuri pola transparansi rekrutmen tenaga kerja lokal (TKL) oleh Pemda Konawe. Termasuk oknum-oknum yang ditunjuk sebagai pengelola rekrutmen yang diduga mengendalikan buruh di PT VDNI.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan bahwa pihaknya profesional dalam menangani kasus kericuhan di PT VDNI.

Menurut Ferry, langkah yang ditempuh pihaknya tetap berdasarkan dari hasil penyelidikan yang dilakukan secara intensif dan profesional.

“Artinya, setiap apa yang kami lakukan itu berdasarkan hasil dari penyelidikan. Termasuk di dalamnya mengungkap dalang kericuhan tersebut. Tapi, tetap berdasarkan pada hasil lidik,” katanya kepada wartawan.

Ferry mengungkapkan, sejauh ini Polda Sultra sudah menetapkan 12 tersangka dalam kerusuhan tersebut.

Baca Juga  Dicemari Nama Baiknya, Ridwan Badallah Lapor Polisi

“Jumlah itu bisa saja bertambah, tergantung hasil penyelidikan. Penyelidikan sampai saat ini masih berlangsung,” tukasnya.
( B/A)

Tulis Komentar