Banner Iklan

Tingkatan Pertanian, Perikanan, dan Pembangunan Pedesaan, Pemkab Bombana Jalin Kerja sama dengan IPB

Kilas Sultra -Bogor— Pemerintah Kabupaten Bombana melakukan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan daerah melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University.

Kegiatan ini berlangsung di Kampus IPB University, Bogor, Senin (10/11/2025), dan dihadiri oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, serta sejumlah pejabat terkait dari pemerintah daerah dan perwakilan PSP3 IPB University.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menandai dimulainya kolaborasi resmi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kerja sama ini fokus pada peningkatan pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan pedesaan di Kabupaten Bombana melalui program-program yang terintegrasi, berbasis penelitian, dan berkelanjutan.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pembangunan, khususnya di sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

“Kami berharap kerja sama ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat Bombana, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat pedesaan. Program-program yang dijalankan harus berbasis data dan penelitian agar dampaknya nyata dan berkelanjutan,” ujar Bupati Burhanuddin.

 

 

Dalam konteks pembangunan pertanian dan perikanan, pemerintah daerah melihat adanya potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Dengan pendampingan dari IPB University, program pengembangan teknologi pertanian modern, manajemen sumber daya alam, serta pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian serta perikanan lokal.

Kerja sama ini juga menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bombana untuk memperkuat hubungan dengan institusi pendidikan tinggi, terutama dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan program pelatihan, riset terapan, dan konsultasi teknis yang dapat meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah daerah, petani, nelayan, serta pelaku usaha pedesaan.

Dari sisi IPB University, penandatanganan MoU ini sejalan dengan visi institusi untuk mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian serta pembangunan pedesaan yang berbasis riset. Program-program terintegrasi yang akan dijalankan di Bombana diharapkan menjadi model bagi pengembangan wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.

Beberapa program yang direncanakan dalam kerja sama ini meliputi:

  1. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Pertanian – Melalui adopsi teknologi modern, praktik pertanian berkelanjutan, dan pemanfaatan inovasi pertanian berbasis riset.
  2. Pengembangan Perikanan Berkelanjutan – Program pengelolaan perikanan yang ramah lingkungan, peningkatan kualitas budidaya ikan, serta pelatihan pengolahan hasil perikanan.
  3. Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan – Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha mikro, serta penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat di desa.
  4. Pendampingan dan Konsultasi Teknis – Dukungan langsung dari akademisi dan peneliti IPB University untuk menyelesaikan masalah teknis di lapangan, mulai dari pemupukan, pemeliharaan tanaman, hingga pemasaran produk pertanian dan perikanan.

Melalui program ini, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Petani dan nelayan diharapkan mendapatkan akses ke teknologi baru, keterampilan manajemen usaha yang lebih baik, serta peluang pemasaran yang lebih luas. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, ketahanan pangan, dan kualitas hidup masyarakat pedesaan Bombana.

 

 

Selain itu, kerja sama ini menjadi salah satu langkah konkret untuk membangun sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, sehingga pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga partisipatif dan berkelanjutan.

Bupati Burhanuddin menekankan bahwa momentum penandatanganan MoU ini harus diikuti dengan aksi nyata di lapangan. Ia berharap kolaborasi jangka panjang dengan IPB University dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kerja sama ini bukan sekadar simbolis. Kami ingin melihat dampak nyata di lapangan, mulai dari peningkatan produktivitas, kesejahteraan masyarakat, hingga pengembangan kapasitas generasi muda. Semua program harus terukur dan berkelanjutan,” tegasnya

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara PSP3 IPB University dan Pemerintah Kabupaten Bombana menjadi langkah strategis yang menjanjikan transformasi pembangunan pertanian, perikanan, dan pedesaan di daerah.

Dengan sinergi antara akademisi dan pemerintah, program-program yang dijalankan tidak hanya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Momentum ini sekaligus menunjukkan komitmen Bombana untuk menjadi daerah yang inovatif, berdaya saing, dan mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berkelanjutan. (ADV)

 

Tulis Komentar