Status PPKM Bombana Turun Level

kilasSultra.com:BOMBANA-Kabupaten Bombana turun level terkait status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jika Sebelumnya Level tiga, kini turun jadi level dua.

Penurunan status itu, tertera dalam surat Instruksi Kemendagri RI Nomor: 58 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk kabupaten dan kota se Indonesia.

Untuk wilayah Sulawesi Tenggara, baru satu kabupaten yang mampuh menyandang level satu yakni Kabupaten Konawe Utara. Sementara 12 Kabupaten dan dua Kota lainnya berada di level dua, sedangkan di level tiga masih dua kabupaten.

Kabupaten Bombana masuk kategori level dua PPKM. Bombana bersama Kabupaten Muna, Buton, Konawe, Wakatobi, Buton Utara, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Kolaka Utara, Kota Baubau, dan Kota Kendari.

Seangkan level tiga yakni Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Selatan.

Tanggapi penurunan satatus tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Bombana Darwin ismail mengatakan penurunan status berkat adanya tambahan warga yang mau Vaksin dari hari ke hari.

Dia menjelaskan jika Bombana tidak terhalang akan rendahnya jumlah vaksinasi saat ini, niscaya sudah masuk kategori level satu PPKM.

“Sejak 1 Oktober 2021 sampai sekarang, Alhamdulilah tidak ada lagi warga kita yang terkonfirmasi atau terpapar covid 19,” paparnya usai mengikuti rapat bersama jajaran camat dan TNI/ POLRI di Rujab Bupati Bombana 11 November 2021.

Hanya saja, akibat rendahnya warga Bombana yang vaksin kata Darwin, telah berdampak pada naiknya levelitas PPKM secara standar nasional

“Naiknya levelitas kita di PPKM Itu, akibat capaian vaksinasi kita rendah. Hingga 8 November 2021 kita belum capai 40 persen sebagaimana ditargetkan secara nasional. Kita masih berkutat ditataran 39 persenan. Akibatnya, level PPKM kita saat itu, naik ke level tiga,” ulasnya.

Baca Juga  Terkait Pelayanan Publik, Sultra Sabet Predikat “Zona Hijau”

“Nanti data semalam, jumlah vaksinasi kita sudah sentuh angka 44 ribuan lebih. Atau sudah capai 40 persen lebih dari target, sehingga level kita sudah turun ke level dua” tambahnya.

Mantan kepala BKD Bombana itu menarget hingga akhir November 2021 kedepan, persentase yang hendak dicapai di kisaran 60 persen dari target

“untuk saat ini, kita butuh sekitar 19 persenan lebih untuk gapai target 60 persen tersebut. Sementara satu persen itu, butuh kisaran 1.200 dosis yang mesti tervaksin. Makanya, hari ini kita undang camat dan unsur TNI Polri untuk bahu membahu tangani Bersama terkait rendahnya vaksinasi kit aini,” ujanya.

Kedepan, identivikasi warga yang vaksin dan yang belum, Kata Darwin akan digunakan metode by name by adres. Lewat scraning kartu keluarga atau KK. (B)

Tulis Komentar