Sambut Lebaran Idul Adha, Bupati Burhanuddin Imbau Jaga Kebersihan Tanpa Sampah Plastik dan Pakai Wadah Ramah Lingkungan
KilasSultra.com-BOMBANA- Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H/2025 M, Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh masyarakat dan panitia kurban di wilayah Kabupaten Bombana agar pelaksanaan Iduladha tahun ini dilakukan dengan memperhatikan prinsip ramah lingkungan dan bebas sampah plastik.
Surat imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh camat, kepala desa/lurah, pengurus masjid, panitia penyembelihan hewan kurban, hingga tokoh masyarakat, dengan tujuan menjaga kebersihan lingkungan dan mendorong kesadaran kolektif terhadap pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
“Pelaksanaan Iduladha adalah momen ibadah dan kebersamaan, namun jangan sampai meninggalkan persoalan lingkungan. Tahun ini kami ingin semua kegiatan, mulai dari penyembelihan hingga distribusi daging kurban, dilakukan tanpa penggunaan kantong plastik sekali pakai,” tegas Bupati Burhanuddin dalam keterangannya, Rabu 4 Juni 2025
Dalam surat imbauan tersebut, Bupati menyarankan agar penggunaan plastik diganti dengan wadah alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti:
- Besek dari bambu
- Daun pisang
- Kertas daur ulang
- Wadah bawa ulang (reusable container) milik warga
Panitia kurban diminta untuk menyampaikan informasi ini jauh hari kepada masyarakat agar mereka dapat mempersiapkan wadah masing-masing saat pengambilan daging kurban.
“Jika setiap rumah membawa wadah sendiri, kita bisa mengurangi ribuan kantong plastik hanya dalam satu hari pelaksanaan kurban,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung gerakan nasional pengurangan sampah plastik, serta amanat Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Selain penggunaan wadah ramah lingkungan, Bupati juga mengimbau agar panitia kurban memperhatikan kebersihan lokasi penyembelihan, termasuk:
- Menyediakan tempat sampah terpisah antara sampah organik dan anorganik
- Membersihkan sisa darah, tulang, dan limbah daging secara cepat dan higienis
- Menjaga aliran air limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar
- Mengatur alur pengambilan daging agar tertib dan tidak menimbulkan kerumunan atau kekacauan
Dalam surat tersebut, pemerintah daerah meminta dinas kebersihan dan lingkungan hidup untuk menurunkan petugas khusus di hari Iduladha, guna memantau dan membantu pengangkutan sampah dari titik-titik padat penyembelihan hewan kurban.
Imbauan ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat umum. Ketua Takmir Masjid Agung Darussalam Bombana, Ustaz H. Jamaluddin, menyatakan pihaknya sudah mulai berkoordinasi untuk mengganti kantong plastik dengan besek bambu.
“Kami mendukung penuh. Islam mengajarkan kebersihan dan menjaga lingkungan. Semangat berkurban harus selaras dengan tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa pengurus masjid di desa-desa juga menyampaikan kesiapan mereka mengikuti anjuran pemerintah daerah dengan melibatkan pemuda masjid dalam penyuluhan pengurangan sampah plastik menjelang hari H.
Pemerintah Kabupaten Bombana melihat momen Iduladha sebagai sarana edukasi publik mengenai gaya hidup hijau dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui imbauan ini, pemerintah berharap partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi sampah tidak berhenti pada hari raya saja, melainkan menjadi kebiasaan jangka panjang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bombana, Drs. La Ode Husain, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan pengurangan hingga 70% penggunaan kantong plastik saat Iduladha dibanding tahun lalu.

“Kami siapkan sejumlah fasilitas seperti tong sampah dan mobil angkut di titik-titik strategis. Edukasi juga terus digencarkan, baik lewat media sosial maupun penyuluhan di masjid,” jelasnya.
Bupati Burhanuddin mengakhiri imbauannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga Bombana tetap bersih, sehat, dan lestari.
“Kebersihan adalah bagian dari iman. Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga lebih peduli terhadap sesama makhluk dan alam tempat kita hidup.”
Pemerintah daerah juga membuka posko aduan lingkungan untuk memantau pelaksanaan kurban dan pengelolaan limbah di lapangan, serta menghimpun laporan warga jika ditemukan pelanggaran berat dalam pengelolaan sampah saat hari raya. (ADV)
