PT Elnusa Petrofin Perkuat Transisi Energi Lewat Green Terminal Tanjung Sekong
Kilas Sultra- Jakarta– PT Elnusa Petrofin (EPN) mengambil peran strategis dalam implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
Inisiatif yang diresmikan Pertamina ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus mendukung strategi dual growth perusahaan, yakni menjaga ketahanan energi nasional sembari mengembangkan energi rendah karbon.
Program Green Terminal merupakan skema sertifikasi fasilitas pelabuhan yang mengintegrasikan delapan pilar utama keberlanjutan, meliputi sistem manajemen lingkungan, komitmen sosial, infrastruktur berstandar internasional, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, digitalisasi operasional, penerapan ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan, perlindungan biodiversitas, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan Green Terminal merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
“Green Terminal merupakan bagian dari pengembangan ekosistem green energy dan implementasi roadmap Net Zero Emission 2060 Pertamina, sekaligus upaya memperkuat daya saing perusahaan di tengah tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab,” ujar Agung.
Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan karena memiliki peran vital dalam infrastruktur energi nasional.
Fasilitas tersebut menopang sekitar 35 hingga 40 persen kebutuhan LPG nasional dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton dan dermaga yang mampu melayani kapal hingga 65.000 deadweight tonnage (DWT).
Posisi strategis itu menjadikan Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai salah satu simpul utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga di Indonesia.
Dalam proyek percontohan tersebut, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam ekosistem energi hijau, khususnya dalam distribusi green hydrogen yang diproduksi dari sumber panas bumi di Ulubelu.
Energi hidrogen hijau tersebut didistribusikan menggunakan moda transportasi Elnusa Petrofin untuk mendukung operasional pembangkit listrik rendah karbon di Tanjung Sekong.
Menurut Agung, inisiatif ini mencerminkan sinergi kuat antaranak usaha dalam lingkungan Pertamina Group.
“Green hydrogen diproduksi oleh Pertamina Geothermal Energy, didistribusikan oleh Elnusa Petrofin kepada para pengguna potensial, salah satunya Pertamina Energy Terminal, sebagai sumber listrik rendah karbon di Tanjung Sekong,” kata Agung.
Implementasi pembangkit listrik berbasis green hydrogen tersebut ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal.
Selain itu, penggunaan energi bersih tersebut diharapkan dapat menurunkan emisi tidak langsung atau Scope 2 dari aktivitas operasional terminal.
Langkah ini sejalan dengan roadmap Net Zero Emission 2060 Pertamina yang menitikberatkan pada efisiensi energi, pengurangan emisi, serta percepatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan di seluruh rantai bisnis perusahaan.
Direktur Utama Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam proyek Green Terminal menunjukkan transformasi peran Elnusa Petrofin dari perusahaan logistik energi konvensional menjadi bagian penting dalam ekosistem energi berkelanjutan.
“Partisipasi Elnusa Petrofin dalam inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung agenda transisi energi Pertamina, khususnya dalam rantai distribusi energi rendah karbon,” ujar Doni.
Menurut dia, keberhasilan roadmap Net Zero Emission tidak hanya ditentukan oleh inovasi pada sisi produksi energi, tetapi juga bergantung pada keandalan sistem logistik yang mampu mengantarkan energi bersih secara aman, presisi, dan berkelanjutan hingga ke titik pemanfaatan.
Doni menambahkan, pengalaman panjang perusahaan dalam pengelolaan transportasi energi berskala nasional menjadi modal penting dalam mengintegrasikan berbagai jenis energi, baik konvensional maupun energi baru, ke dalam satu sistem distribusi yang andal.
“Dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan transportasi energi berskala nasional, sistem monitoring berbasis teknologi, serta standar HSSE yang unggul dan terintegrasi, Elnusa Petrofin siap berperan sebagai enabler dalam rantai pasok energi masa depan,” katanya.
Ia menegaskan, peran tersebut tidak hanya menjaga keandalan distribusi energi, tetapi juga memastikan transisi menuju energi rendah karbon dapat berjalan secara aman, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas entitas dalam Pertamina Group, proyek Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan dapat menjadi model pengembangan infrastruktur energi berkelanjutan di masa depan.
Inisiatif ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi langkah konkret menuju target Net Zero Emission 2060.
Dengan keterlibatan aktif dalam proyek tersebut, Elnusa Petrofin menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perubahan lanskap energi sekaligus menjadi mitra strategis dalam menghadirkan sistem distribusi energi yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan bagi Indonesia.
