Pemkab Bombana Diminta Cekatan antisipasi lonjakan mudik
KilasSultra.com-Bombana-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana meminta agar pemkab Bombana mahir dan cekatan dalam menangani lonjakan arus mudik jelang lebaran Idul Fitri 2026 mendatang
Dewan mengaku sudah turun tangan melobi urusan ini, diantaranya di Dinas perhubungan provinsi Sultra hingga Dirjen penyebrangan darat atau pihak ASDP.
Satu diantaranya yang dicemaskan, yakni kepadatan arus mudik menuju wilayah kepulauan seperti
Pulau Kabaena.
Tiap tahun kepadatan arus mudik menuju Pulau yang dihuni enam kecamatan itu terus melonjak dan bergolak.
Anggota DPRD Kabupaten Bombana Johan Salim mengaku sudah lakukan negosiasi dengan dinas perhubungan Provinsi Sultra demi mengurai kepadatan mudik diwilayah Kabupaten Bombana
Namun politisi asal PDIP itu ingatkan pemkab selaku pihak eksekutif agar sigap dan lebih cekatan dalam upaya antisipasi dini
“Kami sudah lakukan negosiasi, tinggal pihak pemerintah menindak lanjuti sebagai eksekutornya,” ujar Johan Salim.
Satu diantara solusi yang disebut-sebut antara lain hadirnya pengaturan jadwal kapal feri agar menambah jadwal trayeknya. seperti Kasipute-Dongkala, Kasipute-pising hingga Kasipute-Sikeli
“Kapal feri oputa yi koo, salah satu angkutan yang mungkin bisa dikomunikasikan. Alhamdulillah kita berhasil mempertahankan rute layarnya untuk tetap berlayar di wilayah kita,” ujar Ahmad Tejo anggota DPRD asal Gerindra.
“Kita harap agar ada solusi cepat dari instasi terkait. Lekas dikomunikasikan, sebab banyak wilayah butuh Rute tambahan. Jangan sampai Armada kita diminta oleh daerah lain,” Sudiamin anggota dewan lainnya.
Setidaknya terdapat dua kapal feri yang kerap melintasi wilayah Kabaena kabupaten Bombana. Dua kapal itu yakni KMP Oputa Yi Koo untuk rute Kasipute-Tondasi-Kabaena serta KMP Bontoharu untuk rute Kaipute-Kabaena-Bira
Pemkab diminta lekas antisipasi sebelum arus mudik lebaran tiba(B)
