Kolaborasi ANTAM dan Seniman Sultra: “Rongai-Siggi” Hidupkan Kembali Barang Tak Terpakai Jadi Karya Seni
KilasSultra-KENDARI- Perdana dan memukau, komunitas seniman atau Osara Seni menggugah sebuah ruang yang bukan sekadar pameran, melainkan perjalanan rasa dan gagasan yang diberi nama “Rongai-Siggi”.
Di tengah Kota Kendari, pada 2–3 Mei 2026, tepatnya di kawasan Eks MTQ (belakang Drive Thru Bank Sultra), karya-karya lahir dari tangan-tangan seniman dan komunitas, seolah berbisik tentang kehidupan kedua bagi benda-benda yang pernah dianggap usang.
Dalam sunyi yang berubah menjadi makna, tema keberlanjutan dan daur ulang menjelma bukan hanya konsep, tetapi napas yang menghidupkan kembali apa yang pernah ditinggalkan, mengubah yang tak terpakai menjadi cerita baru yang bernilai, penuh jiwa, dan layak dipandang dengan rasa kagum.
“Rongai-Siggi” yang berasal dari bahasa Tolaki, berarti “kembali” dan “barang tidak terpakai”. Konsep ini menjadi landasan pameran yang menampilkan bagaimana limbah dan benda bekas dapat diolah kembali menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika, ekonomi, sekaligus edukasi lingkungan. Kegiatan ini diikuti sekitar 20 seniman lokal yang menampilkan karya mereka, didukung 6 tenant UMKM berbasis seni serta kolaborasi berbagai komunitas seperti KKPB Bahagia, Forum Perupa Sultra, GenPI Sultra, GenBI, Kawan Inspirasi, serta para duta dari berbagai bidang seperti Duta Maritim, Duta Museum, dan Duta Bahasa.

Sejak hari pertama, kegiatan ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak. Hadir perwakilan PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara, Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, hingga tokoh komunitas seni dan budaya. Pada hari kedua, kegiatan turut dihadiri oleh Ibu Arinta Andi Sumangerukka selaku Ibu Gubernur Sulawesi Tenggara bersama perwakilan PKK Sultra, yang memberikan dukungan terhadap tumbuhnya ekosistem seni dan kreativitas di daerah.
Sekretaris Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Syamsinar, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya juga amaze, ternyata di Kendari bisa menghadirkan pameran seperti ini,” ujarnya.
PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara menjadi sponsor utama dalam kegiatan ini sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pendanaan, tetapi juga keterlibatan langsung dalam proses kreatif. General Manager PT ANTAM UBPN Konawe Utara, Eko Aditya, turut hadir dalam tahap persiapan, termasuk dalam proses instalasi dan penataan karya seni sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan ruang kreatif di daerah.
Selain itu, keterlibatan ibu-ibu Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT) juga turut mewarnai pameran melalui karya kerajinan berbahan daur ulang plastik. ANTAM juga menghadirkan dukungan terhadap UMKM lokal melalui produk abon ikan dari Desa Tinobu sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis potensi daerah. CSR & ER Bureau Head PT ANTAM, Fachrul Mujahid, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan komunitas, termasuk berbagai inisiatif terkait penggunaan energi terbarukan di wilayah operasional.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi melukis di atas kanvas sebagai simbol pembukaan pameran. Momen ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung karena melibatkan interaksi langsung antara seniman dan masyarakat. Antusiasme publik terlihat dari ramainya pengunjung serta tingginya interaksi di media sosial selama kegiatan berlangsung.
Panitia Osara Seni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, terutama PT ANTAM UBPN Konawe Utara sebagai sponsor utama. Mereka berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih besar, serta mampu membuka lebih banyak ruang bagi seniman dan komunitas kreatif di Sulawesi Tenggara.
Osara Seni “Rongai-Siggi” menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan dunia industri mampu menghadirkan ruang kreatif yang tidak hanya berdampak pada perkembangan seni, tetapi juga pada penguatan kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (B)
