Kilas Sultra- ACEH– Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan avtur diperkirakan meningkat seiring melonjaknya mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Demi memastikan pasokan energi tetap aman dan andal, PT Elnusa Petrofin, anak usaha PT Elnusa Tbk yang tergabung dalam ekosistem Pertamina, kembali bersiap menjalankan tugas dalam Satuan Tugas Ramadan–Idulfitri (Satgas RAFI) 2026.
Sebagai mitra strategis distribusi energi, perusahaan mendukung operasional Pertamina Patra Niaga dalam memastikan penyaluran BBM dan avtur berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan tantangan geografis tinggi.
Momentum Satgas RAFI bukan hanya tentang kesiapan armada dan sistem distribusi, tetapi juga mengenai dedikasi ribuan Awak Mobil Tangki (AMT) yang tetap menjalankan tugas saat sebagian besar masyarakat berkumpul bersama keluarga.
Di balik distribusi energi yang terintegrasi, terdapat kisah para pejuang energi yang menghadapi berbagai tantangan di lapangan demi memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Salah satunya adalah Yuswadi, AMT yang bertugas di Fuel Terminal Lhokseumawe, Aceh. Pada akhir tahun lalu, Yuswadi sempat terjebak longsor di kawasan dataran tinggi Tanah Gayo saat menjalankan misi distribusi BBM.
Akibat bencana tersebut, akses jalan terputus dan jaringan komunikasi lumpuh. Yuswadi bersama rekannya harus bertahan selama tiga hari sebelum akhirnya berjalan kaki puluhan kilometer menuju titik aman.
Pengalaman itu tidak menyurutkan semangatnya. Sebaliknya, peristiwa tersebut justru memperkuat keyakinannya bahwa menjaga ketersediaan energi merupakan tugas penting yang tidak mengenal kompromi.
Menurut Yuswadi, BBM memiliki peran vital, terutama saat masyarakat menghadapi situasi darurat maupun momentum besar seperti Ramadan dan Idulfitri.
“Ketika bencana terjadi atau saat kebutuhan masyarakat meningkat selama Ramadan dan Idulfitri, energi harus tetap hadir. BBM dibutuhkan untuk kendaraan logistik, layanan kesehatan, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari. Itu yang menjadi semangat kami untuk terus melangkah,” ujarnya.
Kini, menjelang pelaksanaan Satgas RAFI 2026, Yuswadi masih rutin melintasi jalur yang sebelumnya terdampak longsor tersebut. Rute distribusi yang ia tempuh dimulai dari Fuel Terminal Lhokseumawe menuju Aceh Tengah hingga Bener Meriah.
Ia menjadi saksi bagaimana masyarakat perlahan bangkit seiring pulihnya infrastruktur dan aktivitas ekonomi.
“Bagi kami, energi yang disalurkan bukan sekadar bahan bakar. Energi menjadi harapan dan semangat bagi masyarakat untuk kembali bangkit,” katanya.
Direktur Operasi dan Marketing Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, mengatakan bahwa pelaksanaan Satgas RAFI 2026 mengedepankan prinsip kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Menurut dia, distribusi energi selama Ramadan dan Idulfitri merupakan bagian dari misi pelayanan nasional yang membutuhkan kesiapan menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia, armada, hingga sistem pemantauan.
“Kami memastikan seluruh AMT, armada mobil tangki, dan sistem monitoring seperti Road Traffic Control (RTC) beroperasi dalam kondisi optimal. Pengalaman menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk bencana alam, menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat mitigasi risiko dan kesiapan operasional,” ujar Ferdiansyah.
Dalam mendukung operasional Satgas RAFI, Elnusa Petrofin mengerahkan ribuan AMT dan ribuan unit mobil tangki yang terintegrasi dengan sistem pengawasan digital berbasis GPS dan CCTV.
Seluruh aktivitas distribusi dipantau secara real time melalui RTC untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik, potensi cuaca ekstrem, hingga gangguan distribusi di titik-titik krusial.
Perusahaan juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung, seperti penyediaan area istirahat khusus bagi AMT serta pengaturan jam kerja untuk menjaga kebugaran dan keselamatan pengemudi selama periode operasional intensif.
Ferdiansyah menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam Satgas RAFI merupakan wujud komitmen jangka panjang dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Menurut dia, meningkatnya kebutuhan energi selama Ramadan dan Idulfitri menuntut kesiapan distribusi yang tidak hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga dedikasi para pekerja di lapangan.
“Energi adalah fondasi mobilitas dan aktivitas masyarakat. Di balik setiap liter BBM yang tersalurkan, terdapat semangat pengabdian para pejuang energi. Tugas kami memastikan mereka didukung sistem, perlindungan, dan koordinasi yang optimal agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman,” katanya.
Ia menambahkan, kisah Yuswadi dan rekan-rekannya menjadi representasi semangat perusahaan dalam menghadirkan energi yang tidak hanya menggerakkan kendaraan, tetapi juga menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Didirikan pada 5 Juli 1996, Elnusa Petrofin merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan logistik energi. Layanan perusahaan mencakup jasa transportasi BBM, pengelolaan terminal dan LPG, perdagangan BBM, pelumas, serta bahan kimia.
Perusahaan juga menjadi salah satu ujung tombak Pertamina dalam mendistribusikan BBM bersubsidi dan program BBM Satu Harga ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Melalui kesiapan Satgas RAFI 2026, Elnusa Petrofin berkomitmen memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, didukung pasokan energi yang aman, lancar, dan andal hingga ke seluruh penjuru Nusantara.
