Kilas Sultra- BOMBANA – Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Iskandar, S.P., menjadi figur yang paling aktif memberikan penegasan sekaligus apresiasi saat melakukan peninjauan langsung progres Program Cetak Sawah Rakyat di Desa Aneka Marga, Kecamatan Rarowatu Utara. Peninjauan tersebut berlangsung Minggu, 16 November 2025 dan dihadiri Bupati Bombana Burhanuddin, Pj Sekda Bombana Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K., Kepala Dinas Pertanian beserta jajaran.
Sejak awal agenda kunjungan, Iskandar menegaskan bahwa DPRD mendukung penuh program cetak sawah karena dianggap memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Ia berkali-kali mengingatkan bahwa keberhasilan program ini harus dipastikan secara menyeluruh, mulai dari kualitas pengerjaan, kesiapan irigasi, hingga keberlanjutan lahan setelah tahap tanam dimulai.
“Kami dari DPRD terus memantau proses ini sejak tahap awal. Hari ini kami melihat secara langsung bahwa proses pencetakan sawah sudah selesai dan siap memasuki tahap tanam. Ini progres yang patut diapresiasi,” ujar Iskandar di sela-sela peninjauan.
Iskandar juga menyoroti pentingnya percepatan tahapan berikutnya, terutama karena program ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak.
“Insyaallah akhir November atau awal Desember kita sudah masuk masa tanam di lahan sekitar 150 hektare. Saya meminta agar seluruh perangkat teknis memastikan tidak ada hambatan pada saat memasuki fase tanam tersebut,” tegasnya.

Program Cetak Sawah Rakyat merupakan bagian dari upaya strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penambahan lahan sawah produktif. Iskandar menyebut Bombana termasuk daerah yang beruntung mendapatkan kepercayaan pemerintah pusat. Menurutnya, hal ini harus dibalas dengan kinerja lapangan yang baik dan keseriusan dari seluruh pihak terkait.
“Kita patut bersyukur Bombana menjadi salah satu kabupaten yang terpilih untuk program ini. Tapi bersyukur saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa program ini betul-betul berjalan, tidak sekadar menjadi proyek pembukaan lahan tanpa keberlanjutan,” tegas Iskandar dengan suara meninggi saat memberi arahan kepada tim teknis pertanian.
Ketua DPRD itu juga menyinggung aspek teknis lapangan seperti saluran irigasi, pematang, serta jalan usaha tani. Ia menyebut ketiga fasilitas itu sebagai faktor penentu keberhasilan penanaman dan panen nantinya. Setelah melihat langsung beberapa titik, Iskandar mengaku puas, tetapi tetap memberikan catatan perbaikan.
“Secara umum sudah baik, tetapi saya tetap meminta dinas pertanian memastikan semua saluran irigasi benar-benar berfungsi. Jangan sampai nanti saat musim tanam, ada petak sawah yang kekurangan air. Jalan usaha tani juga harus dipastikan layak agar mobilisasi petani tidak terganggu,” ujarnya.
Tak hanya berbicara soal teknis, Iskandar juga menegaskan peran DPRD dalam memastikan bahwa anggaran dan pelaksanaan program cetak sawah berjalan transparan dan akuntabel. Ia mengatakan bahwa DPRD akan terus mengawasi baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran.
“Kami tidak ingin ada celah yang menimbulkan keraguan publik. Program strategis seperti ini harus dikawal dengan ketat, karena menyangkut uang negara dan masa depan petani kita,” tambahnya.

Meski kritis, Iskandar juga memberikan apresiasi besar kepada pemerintah pusat. Ia menilai bahwa penetapan Bombana sebagai daerah sasaran program merupakan bentuk pengakuan atas potensi pertanian daerah. “Atas nama rakyat Kabupaten Bombana, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Menteri Pertanian, dan seluruh jajarannya yang telah memberi kesempatan ini. Kami di daerah siap bekerja keras memastikan hasilnya maksimal,” ucap Iskandar.
Bupati Bombana Burhanuddin yang turut mendampingi peninjauan itu mengiyakan sebagian besar catatan Ketua DPRD. Menurutnya, program ini akan menjadi salah satu titik tolak transformasi sektor pangan Bombana. Sementara Pj Sekda Syahrun menegaskan kesiapan pemerintah daerah mengawal seluruh tahapan teknis sesuai arahan.
Kunjungan lapangan tersebut diakhiri dengan pemeriksaan langsung terhadap pematang utama, saluran irigasi, dan area pembukaan lahan. Iskandar tampak aktif berdiskusi dengan para penyuluh dan operator alat berat mengenai kondisi tanah, debit air, hingga kesiapan kelompok tani.
DPRD dan pemerintah daerah dijadwalkan kembali menggelar rapat lanjutan untuk memantapkan persiapan menjelang masa tanam. Bagi Iskandar, keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat bukan hanya soal menambah luas lahan, tetapi memastikan Bombana mampu berdiri kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (ADV)
