Kilas Sultra – Bombana – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban yang akan diperjualbelikan di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan berada dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit menular, serta memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam.
Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik penjualan hewan kurban dan kandang peternak yang tersebar di Kabupaten Bombana. Kegiatan tersebut melibatkan tim dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Bombana yang dipimpin langsung oleh dokter hewan, drh. Bianca Junus.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hewan kurban menjelang Idul Adha, pengawasan kesehatan ternak menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan hewan yang beredar di masyarakat memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, hewan kurban tidak hanya harus memenuhi syarat agama, tetapi juga harus dipastikan sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat setelah proses penyembelihan.
“Pemeriksaan ini penting untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang mereka beli benar-benar sehat, layak disembelih, dan aman untuk dikonsumsi. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah kurban,” ujar Sarif.

Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan hewan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap ternak yang dijual maupun yang dipersiapkan peternak untuk kebutuhan kurban. Pemeriksaan meliputi kondisi tubuh hewan, kesehatan mata, hidung, mulut, kulit, kuku, serta kemampuan bergerak.
Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan umur hewan melalui pemeriksaan gigi guna memastikan hewan telah memenuhi ketentuan usia minimal untuk dijadikan hewan kurban sesuai syariat Islam.
Tak hanya itu, tim juga memeriksa kondisi umum ternak untuk memastikan tidak terdapat gejala penyakit yang dapat membahayakan kesehatan hewan maupun manusia. Kelengkapan administrasi berupa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) juga menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan tersebut.
Dokter hewan Dinas Pertanian Bombana, drh. Bianca Junus, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara teliti untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan kesehatan atau penyakit yang berpotensi menular.
“Pemeriksaan ini penting untuk menjamin keamanan konsumsi daging kurban bagi masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis. Kami memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban,” kata Bianca di sela-sela kegiatan pemeriksaan.
Ia menjelaskan bahwa zoonosis merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Oleh karena itu, pengawasan kesehatan ternak menjadi langkah strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama pada momen Idul Adha yang identik dengan meningkatnya aktivitas penyembelihan dan distribusi daging kurban.
Menurut Bianca, selain pemeriksaan fisik, petugas juga memberikan edukasi kepada para peternak dan pedagang mengenai tata cara pemeliharaan ternak yang baik, kebersihan kandang, serta langkah-langkah pencegahan penyakit hewan.
Edukasi tersebut dinilai penting karena kesehatan hewan tidak hanya ditentukan saat pemeriksaan menjelang Idul Adha, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pemeliharaan sehari-hari yang dilakukan peternak.
“Kami mengingatkan para peternak agar memperhatikan kebersihan lingkungan kandang, kecukupan pakan dan air minum, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gejala penyakit pada ternaknya,” ujarnya.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan sektor peternakan. Selain memastikan keamanan produk peternakan yang beredar di masyarakat, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hewan kurban yang berasal dari peternak lokal Bombana.
Kepala Dinas Pertanian Sarif mengatakan bahwa sektor peternakan memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan ketika permintaan hewan kurban meningkat signifikan.
Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan pendampingan kepada peternak agar mampu menghasilkan ternak yang sehat dan berkualitas.
“Peternak lokal kita memiliki potensi yang besar. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan pengawasan kesehatan yang baik, kita berharap kebutuhan hewan kurban masyarakat dapat dipenuhi dari peternak daerah sendiri,” katanya.

Selain melakukan pemeriksaan sebelum penyembelihan atau ante mortem, Dinas Pertanian Bombana juga menyiapkan pengawasan setelah penyembelihan (post mortem) guna memastikan daging dan organ hewan yang dikurbankan dalam kondisi aman untuk dikonsumsi.
Tim kesehatan hewan akan melakukan pemantauan di sejumlah lokasi penyembelihan guna mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada organ dalam maupun bagian tubuh hewan yang tidak dapat diketahui saat pemeriksaan sebelum penyembelihan.
Sarif mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di lokasi penjualan resmi yang telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari petugas. Masyarakat juga diminta memperhatikan keberadaan tanda atau label sehat yang diberikan oleh Dinas Pertanian sebagai bukti bahwa hewan tersebut telah lolos pemeriksaan.
“Kami mengajak masyarakat untuk membeli hewan kurban di tempat yang resmi dan telah diperiksa kesehatannya. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih tenang dan yakin bahwa hewan yang dibeli memenuhi syarat kesehatan maupun syariat,” ujarnya.
Menjelang puncak pelaksanaan Idul Adha, Dinas Pertanian Bombana memastikan kegiatan pengawasan akan terus dilakukan secara intensif. Pemerintah berharap seluruh hewan kurban yang beredar di wilayah Bombana berada dalam kondisi sehat sehingga pelaksanaan ibadah kurban dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Melalui pengawasan yang ketat dan kerja sama antara pemerintah, peternak, pedagang, serta masyarakat, Kabupaten Bombana diharapkan mampu menjaga kualitas hewan kurban sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap keamanan pangan asal hewan yang dikonsumsi selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah (ADV).
