Kilas Sultra-BOMBANA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana menerima kunjungan mahasiswa Politeknik Bombana, Senin (29/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali informasi dan materi sebagai bahan penyusunan tugas akademik terkait Audit Kinerja.
Kedatangan mahasiswa disambut jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana. Pertemuan berlangsung dalam suasana edukatif melalui diskusi dan tanya jawab mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah, khususnya menyangkut pengelolaan program, pelayanan publik, administrasi, serta penyelenggaraan kearsipan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana Doddy A. Muchlisi menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di lingkungan pemerintahan merupakan bagian penting dalam mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan di lapangan.
“Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa Politeknik Bombana. Ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana tugas dan fungsi perangkat daerah dilaksanakan, sekaligus menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana.
Ia menjelaskan, pembelajaran mengenai audit kinerja tidak cukup hanya dilakukan melalui teori. Mahasiswa perlu memahami bagaimana sebuah organisasi merencanakan program, menggunakan sumber daya, melaksanakan kegiatan, melakukan evaluasi hingga mengukur hasil yang dicapai.
“Dalam audit kinerja, yang dilihat bukan hanya apakah kegiatan sudah dilaksanakan. Tetapi juga bagaimana efektivitas, efisiensi dan akuntabilitasnya, serta sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat sesuai tujuan yang telah ditetapkan,” katanya.

Menurutnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merupakan salah satu perangkat daerah yang memiliki fungsi pelayanan publik sekaligus pengelolaan informasi dan dokumen pemerintahan. Karena itu, berbagai aktivitas di lingkungan dinas dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami proses tata kelola organisasi pemerintahan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa menggali informasi mengenai pelaksanaan program dan kegiatan, mekanisme pelayanan, pengelolaan administrasi, pencapaian target serta proses evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
Doddy juga menekankan pentingnya pengelolaan arsip dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan.
“Arsip bukan hanya dokumen yang disimpan. Arsip merupakan bagian penting dari administrasi pemerintahan karena menjadi sumber informasi, bahan pembuktian dan salah satu dasar dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi kegiatan,” jelasnya.
Menurut dia, tata kelola arsip yang baik akan memudahkan organisasi ketika membutuhkan kembali data atau dokumen tertentu. Karena itu, pengelolaan arsip harus dilakukan secara tertib, sistematis dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain aspek kearsipan, mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai fungsi perpustakaan dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan buku, tetapi juga memiliki peran dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pengetahuan serta mendukung pengembangan budaya baca dan literasi.
Dari perspektif audit kinerja, mahasiswa dapat mempelajari keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan program, penggunaan anggaran dan sumber daya, hasil kegiatan serta manfaat yang diterima masyarakat.
Kepala Dinas menilai, kegiatan seperti ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung, sementara pemerintah daerah dapat ikut berkontribusi dalam mendukung proses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami berharap informasi yang diperoleh mahasiswa dapat membantu mereka dalam menyusun tugas akademiknya. Yang lebih penting, mereka bisa mendapatkan pemahaman bahwa penyelenggaraan pemerintahan memiliki proses dan tanggung jawab yang harus dijalankan secara efektif, efisien dan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang aktif berdiskusi dan menggali informasi selama kunjungan. Menurutnya, kemampuan mengumpulkan data, mengajukan pertanyaan dan menganalisis informasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.
“Kami terbuka terhadap kegiatan akademik seperti ini. Selama dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan tetap sesuai dengan ketentuan, kami siap mendukung proses pembelajaran yang dilakukan melalui pengamatan dan diskusi di lingkungan perangkat daerah,” tambahnya.
Sementara itu, bagi mahasiswa Politeknik Bombana, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana prinsip audit kinerja dapat diterapkan dalam lingkungan organisasi pemerintahan.
Audit kinerja sendiri memiliki cakupan lebih luas dibandingkan sekadar pemeriksaan administratif. Penilaian juga diarahkan untuk melihat apakah sumber daya yang digunakan telah dikelola secara tepat dan apakah program yang dilaksanakan mampu menghasilkan keluaran serta manfaat sesuai sasaran.
Dalam konteks Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, hal tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari pelayanan perpustakaan, pengelolaan koleksi dan informasi, kegiatan literasi masyarakat, hingga penyelenggaraan kearsipan.
Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya hubungan antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah. Melalui interaksi langsung, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis sekaligus memahami tantangan yang dihadapi perangkat daerah dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan tetap mengedepankan tujuan pendidikan dan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap tata kelola pemerintahan.
“Semoga kunjungan ini memberikan manfaat dan menjadi pengalaman bagi mahasiswa. Kami berharap mereka tidak hanya mendapatkan bahan untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya pelayanan publik, pengelolaan informasi dan arsip serta akuntabilitas dalam pemerintahan,” pungkasnya.
Kunjungan mahasiswa Politeknik Bombana tersebut akhirnya menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang mempertemukan teori akademik dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan. Melalui kegiatan itu, mahasiswa diharapkan mampu menyusun analisis audit kinerja berdasarkan data dan fakta yang diperoleh secara langsung dari lapangan. (ADV)
