Banner Iklan

Impikan Adipura, Pemkab Bombana Gelar Rapat Persiapan Penilaian

 

Kilas Sultra-Bombana, 11 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana menggelar rapat persiapan Penilaian ADIPURA Tahun 2025, Selasa (11/11/2025), di Ruang Rapat Measa Laro, Lt. 2 Kantor Bupati Bombana. Penilaian ADIPURA ini akan dilaksanakan dalam minggu ini oleh Tim Penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup Pusat Jakarta.

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, bersama jajaran kepala OPD terkait, serta Camat dan Lurah Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda evaluasi nasional terhadap kinerja pengelolaan kebersihan dan lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam rapat tersebut, para peserta membahas sejumlah indikator utama yang menjadi perhatian Tim Penilai ADIPURA. Beberapa aspek yang menjadi fokus utama antara lain:

  1. Pengelolaan Sampah Terpadu – Meliputi pengurangan sampah di sumber, pemilahan, daur ulang, hingga pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang efektif dan ramah lingkungan.
  2. Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) – Pemerintah daerah menekankan pentingnya RTH sebagai paru-paru kota sekaligus area rekreasi bagi masyarakat. Perencanaan dan pemeliharaan RTH menjadi salah satu indikator kunci dalam penilaian ADIPURA.
  3. Peran Serta Masyarakat – Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi indikator penting. Program-program edukasi dan kampanye lingkungan di tingkat RT/RW, sekolah, serta komunitas masyarakat turut menjadi evaluasi tim penilai.

Wakil Bupati Ahmad Yani dalam arahannya menegaskan bahwa penilaian ADIPURA bukan sekadar penghargaan simbolis, tetapi cerminan nyata keberhasilan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia berharap seluruh OPD, camat, dan lurah dapat berkolaborasi maksimal untuk memastikan persiapan penilaian berjalan lancar.

“ADIPURA merupakan indikator nasional yang menilai kinerja kita dalam pengelolaan kebersihan dan lingkungan. Mari kita tunjukkan Bombana sebagai kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan, dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Wakil Bupati Ahmad Yani.

 

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana menjelaskan, rapat ini merupakan bagian dari persiapan intensif menjelang kunjungan tim penilai ADIPURA. Selain meninjau aspek fisik seperti kebersihan jalan, taman, dan fasilitas publik, tim penilai juga akan mengevaluasi dokumen pengelolaan lingkungan, termasuk perencanaan program, inovasi pengelolaan sampah, serta dokumentasi kegiatan masyarakat dalam menjaga kebersihan wilayah.

Dalam rapat tersebut, juga dibahas strategi untuk memastikan indikator penilaian terpenuhi secara maksimal. Misalnya, koordinasi dengan camat dan lurah untuk memastikan setiap kelurahan siap dengan laporan dan bukti program, termasuk pengelolaan sampah rumah tangga, program bank sampah, dan inovasi pengelolaan limbah.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Ahmad Yani menekankan pentingnya keterpaduan antar-SKPD, kecamatan, dan kelurahan agar persiapan penilaian ADIPURA dapat berjalan lancar dan hasilnya maksimal. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya untuk memenuhi standar penilaian, tetapi juga dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan di masyarakat Bombana.

Penghargaan ADIPURA menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat. Lebih dari sekadar prestasi, ADIPURA diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga lingkungan hidup, mulai dari tingkat rumah tangga, sekolah, hingga kawasan publik.

 

 

Kegiatan rapat ini menegaskan komitmen Pemkab Bombana untuk mengintegrasikan program lingkungan hidup ke seluruh sektor pembangunan. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Bombana optimistis dapat mencapai standar nasional dalam pengelolaan lingkungan serta mempertahankan atau bahkan meningkatkan peringkat ADIPURA tahun 2025.

Wakil Bupati Ahmad Yani menutup rapat dengan mengingatkan semua pihak agar memanfaatkan momen penilaian ADIPURA ini sebagai ajang evaluasi dan peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Ia juga mendorong inovasi lokal, keterlibatan masyarakat, dan kesadaran kolektif agar Bombana dapat menjadi contoh kabupaten yang peduli lingkungan di Sulawesi Tenggara dan nasional.

“Mari kita jadikan ADIPURA bukan hanya penghargaan, tetapi spirit bagi kita semua untuk terus menjaga kebersihan, menata ruang hijau, dan membangun budaya peduli lingkungan. Dengan sinergi yang kuat, Bombana bisa menjadi kabupaten yang bersih, hijau, dan nyaman untuk generasi sekarang dan masa depan,” pungkasnya. (ADV)

 

Tulis Komentar