Kilas Sultra -Bombana – Pemerintah Kabupaten Bombana terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH, dalam kegiatan serah terima operasi pelaksanaan Implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari kepada Pemerintah Daerah yang berlangsung pada Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam proses pengalihan pengelolaan hasil pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air yang sebelumnya dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui BWS Sulawesi IV Kendari.
Melalui serah terima tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat melanjutkan pengelolaan, pemeliharaan, dan pemanfaatan sarana yang telah dibangun guna mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Pertemuan yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan itu juga menjadi wadah koordinasi untuk memastikan keberlanjutan program-program strategis yang telah dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Program tersebut merupakan bagian dari upaya nasional dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan layanan irigasi dan pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, menyambut baik pelaksanaan serah terima operasi tersebut. Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun pemerintah pusat merupakan aset penting yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Ia mengatakan bahwa keberadaan jaringan irigasi dan sarana pendukung lainnya memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya bagi petani yang selama ini bergantung pada ketersediaan air untuk kegiatan budidaya tanaman pangan.
“Serah terima operasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan fungsi sarana tersebut agar mampu mendukung peningkatan produksi pertanian,” ujar Sarif.

Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Bombana. Karena itu, dukungan infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sarif menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang sering dihadapi petani adalah ketersediaan air, terutama pada musim kemarau. Oleh karena itu, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik akan sangat membantu petani dalam menjaga kontinuitas produksi sepanjang tahun.
Ia menilai bahwa program yang dilaksanakan melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap penguatan sistem pertanian daerah. Selain meningkatkan akses air bagi lahan pertanian, program tersebut juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas komoditas strategis.
“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang luas lahan pertanian, tetapi juga tentang bagaimana kita memastikan seluruh sarana pendukung, termasuk irigasi, dapat berfungsi dengan baik. Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung terhadap hasil produksi petani,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, pihak BWS Sulawesi IV Kendari menyampaikan berbagai aspek teknis terkait pengelolaan infrastruktur yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah. Pembahasan meliputi mekanisme operasional, pemeliharaan rutin, hingga koordinasi lintas sektor yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan fungsi infrastruktur tersebut.
Serah terima operasi juga menjadi bagian dari upaya memperjelas kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan aset hasil pembangunan. Dengan adanya penyerahan tersebut, pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan pengawasan, perawatan, serta pengembangan pemanfaatan sarana yang tersedia.
Sarif menegaskan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Bombana siap bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah diserahkan. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dari kelompok tani dan masyarakat pengguna.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kesadaran masyarakat dalam merawat infrastruktur dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan.
“Kami berharap seluruh elemen yang terlibat dapat memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam menjaga fasilitas yang ada. Infrastruktur yang baik harus diiringi dengan pengelolaan dan pemeliharaan yang baik pula agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sarif menilai bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang terbangun melalui program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 menjadi contoh nyata kolaborasi dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama yang kuat dari berbagai tingkatan pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten Bombana, kata dia, akan terus mendukung berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu sektor unggulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan terlaksananya serah terima operasi kegiatan implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2025 dari BWS Sulawesi IV Kendari kepada Pemerintah Daerah, diharapkan pengelolaan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Bombana dapat berjalan lebih optimal. Langkah tersebut sekaligus menjadi fondasi penting dalam mendukung produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bombana, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari meningkatnya hasil panen, tetapi juga dari kemampuan menjaga dan mengelola infrastruktur pendukung secara berkelanjutan. Melalui sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, sektor pertanian Bombana diharapkan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan daerah di masa depan. (ADV)
