Banner Iklan

Dukung Program Nasional, Dinas Pertanian Bombana Dan Polres Tanam Jagung Serentak

 

KilasSultra.comBOMBANA Pemkab Bombana diwakili Dinas Pertanian (Distan) Bersama Kepolisian Resor (Polres) Bombana menggelar kegiatan tanam jagung serentak di Desa Lomba Kasih, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana 21 Januari 2025

Program ini sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional “Satu Juta Hektar Tanaman Jagung oleh Persiden Prabowo Subianto

Kepala Dinas pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Harno, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa program penanaman sejuta hektar ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

“Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk menjalankan program pemerintah terkait swasembada pangan, khususnya di sektor tanaman jagung. Kami akan berupaya mendukung petani agar mendapatkan hasil panen yang lebih menguntungkan,” ujar Harno.

Dia mengatakan pesan Bapak Presiden terkait swasembada padi dan jagung menjadi salah satu prioritas utama dalam lima tahun ke depan demi kedaulatan pangan yang nyata.

Harno menegaskan bahwa jika produksi terus stabil, Indonesia bukan cuma swasembada, namun juga bisa jadi lumbung pangan dunia

Dikesempatan ini Harno mengatakan kementan menggandeng Polri untuk menanam jagung massal di 19 provinsi termasuk Sultra, salah satunya Kabupaten Bombana dalam upaya menyampaikan komitmen kuat untuk mendukung membantu Progrram nasional untuk capai mencapai target 1 juta ha.

Sementara itu. Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, mengungkapkan  kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

“Kami berharap program ini tidak hanya membantu menjaga ketahanan pangan, tetapi juga bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Bombana, khususnya di Desa Lomba Kasih,” ujar Kapolres.

 

 

Program penanaman jagung ini juga melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta instansi terkait seperti Dinas Pertanian dan kelompok tani. Selain penanaman, dilakukan juga penyuluhan mengenai teknik budidaya jagung yang baik, penggunaan pupuk organik, serta perawatan tanaman yang efisien.

Diketahui Program “Satu Juta Hektar Tanaman Jagung” merupakan inisiatif nasional untuk meningkatkan produksi jagung guna memenuhi kebutuhan dalam negeri serta menekan impor. Kabupaten Bombana menjadi salah satu wilayah yang dipilih karena memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan subur.

Baca Juga  Pj. Bupati Burhanuddin Resmikan Pesta Panen dan Balap ojek Gabah

Dengan semangat gotong royong, kegiatan tanam jagung serentak ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Bombana.

Turut hadir dalam acara tersebut berbagai elemen penting pemerintah dan pemangku kebijakan, antara lain Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.IK, Asisten II Pemkab Bombana Musdalifa, perwakilan dari Dandim 1431 Bombana, perwakilan Danpospal Bombana, perwakilan Bulog Bombana, Kejaksaan Negeri Bombana, Dinas Ketahanan Pangan, Kabag Ekonomi Pemda Bombana, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Harno, S.KM., M.Kes., para kepala bidang (Kabid) di lingkup Dinas Pertanian seperti Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Penyuluhan, Kabid Perkebunan, serta para penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Kecamatan Lantari Jaya. Juga hadir Camat Lantari Jaya, Kepala Desa Lomba Kasih, dan tentu saja para petani dari kelompok tani Mappadeceng.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan doa sebagai bentuk syukur dan harapan agar seluruh proses penanaman berjalan lancar dan hasil panen melimpah. Usai doa, dilanjutkan dengan diskusi terbuka antara kelompok tani, pemerintah desa, serta pemangku kebijakan. Momen ini dimanfaatkan oleh para petani untuk menyampaikan berbagai keluhan dan harapan mereka secara langsung.

Ketua kelompok tani Mappadeceng, Musakir, menyampaikan keresahan petani terkait rendahnya harga jual jagung saat panen. Menurutnya, harga jagung yang hanya berkisar Rp2.000 per kilogram sangat merugikan petani. “Kami berharap kepada pemangku kebijakan agar memperhatikan harga jagung di saat panen. Biaya produksi kami tinggi, namun harga jual sangat rendah. Ini menyulitkan kami untuk berkembang,” ujar Musakir dengan nada harap.

Senada dengan itu, Kepala Desa Lomba Kasih juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh petani setempat, khususnya kurangnya alat dan mesin pertanian (alsintan) serta kondisi akses jalan yang buruk menuju lahan pertanian. Hal ini menyebabkan biaya distribusi dan transportasi meningkat, sehingga margin keuntungan petani semakin menipis. “Petani kami bekerja keras, tapi mereka terbentur dengan persoalan klasik: harga rendah, alat terbatas, dan jalan rusak. Kami mohon dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk menindaklanjuti ini,” tegas Kepala Desa.

Baca Juga  Inilah Tradisi Adat Perkawinan Masyarakat Suku Moronene

 

 

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Harno, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung satu juta hektar ini tidak hanya bentuk partisipasi daerah dalam mendukung program nasional, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bombana.

“Kegiatan ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami karena dipercaya menjadi bagian dari program besar pemerintah. Kami berkomitmen untuk menyukseskan swasembada pangan, khususnya dalam komoditas jagung, yang memang potensial di Bombana. Kami juga mencatat seluruh masukan dari petani dan pemerintah desa, dan akan kami teruskan ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Harno.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting dalam mendukung produktivitas petani. Oleh karena itu, dinasnya akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, hingga aparat keamanan, agar hasil pertanian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis dan serentak oleh seluruh peserta yang hadir. Pihak kelompok tani Mappadeceng telah menyiapkan lahan dan bibit yang akan ditanam bersama-sama. Suasana di lokasi penanaman dipenuhi semangat gotong royong dan rasa optimisme tinggi.

AKBP Wisnu Hadi menyampaikan apresiasi atas semangat petani dalam mendukung program ini dan menegaskan bahwa Polri siap membantu dalam pengamanan serta pendampingan kegiatan pertanian yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. “Tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga mendukung ketahanan pangan nasional. Kami siap membantu agar petani dapat bekerja dengan tenang dan hasil panen dapat terdistribusi dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Bombana, Musdalifa, menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dimonitor dan dievaluasi pelaksanaannya agar dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. “Ini bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi komitmen bersama bahwa kita di Bombana siap menjadi bagian dari lumbung jagung nasional,” pungkasnya (ADV)

 

Tulis Komentar