DPRD Bombana Nilai Ketimpangan Pembangunan Masih Dirasakan Masyarakat
Kilas Sultra- BOMBANA – Meski sudah memasuki usia ke 22 tahun, isu pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara masih saja jadi sorotan
Anggota DPRD Kabupaten Bombana, Ahmad Sutejo menilai masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan oleh pemerintah daerah khususnya di Pulau Kabaena.
Dia mengatakan kesenjangan pembangunan masih jadi nyanyian masyarakat di pulau yang dihuni enam kecamatn tersebut. Diantaranya infrastruktur dasar seperti jalan
“Jika musim kemarau, jalan yang belum beraspal sangat memantik debu pekat yang tebal. Sementara musim hujan, berubah jadi lumpur yang disesaki lubang. Sungguh sangat menghambat sekali mobilitas warga,” ujar Ahmad Sutejo
Politisi Gerindra asal dapil Kabaena itu menagih langkah konkret dan percepatan penanganan penuh dari Pemerintah daerah Kabupaten Bombana
“Desember tahun ini kita memasuki usia yang ke 23 tahun, namun infrastruktur jalan Kabaena masih jauh dari harapan. Jalan yang selama ini dinanti mulus, masih saja berdebu dan berlubang,” tandasnya
Sutejo meminta pembangunan infrastruktur jalan amat penting, bukan sekedar persoalan konektivitas, tetapi berkait erat pula dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat disana.
“Jalan yang layak akan mempermudah distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga aktivitas perdagangan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat Pulau Kabaena,” tandasnya
Evaluasi ini dinilai penting agar pembangunan benar-benar menyentuh seluruh wilayah tanpa terkecuali, termasuk daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis berbeda dengan wilayah daratan.
Diketahui, Pulau Kabaena dikenal sebagai salah satu kawasan strategis, selain memiliki potensi pertambangan penyuplai terbersar Dana bagi hasil (DBH) kabupaten Bombana, wilayah ini juga menyimpan sumber daya perikanan, perkebunan, serta destinasi wisata alam yang berpeluang menjadi penggerak ekonomi daerah apabila didukung infrastruktur yang memadai.
“Masyarakat meminta keadilan, ada enam Kecamatan disana dan mereka masih warga Kabupaten Bombana,” tutupnya (B)
