Banner Iklan

Burhanuddin Sebut Sekolah Garuda menjadi Harapan Baru Pendidikan Berkarakter di Sultra

 

Kilas Sultra Konawe Selatan,– Sebuah angin semangat pendidikan baru terasa di Desa Lebo Jaya, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Ratusan pelajar, guru, dan tokoh pendidikan berkumpul dengan antusias saat Peluncuran Sekolah Garuda digelar, sebuah momen yang menandai hadirnya sekolah unggulan dengan pendekatan pendidikan berbasis karakter, kemanusiaan, dan kebhinekaan.

Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh penting, mulai dari Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka (ASR), hingga perwakilan kementerian dan kepala daerah lainnya.

Acara diselenggarakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, menekankan visi membangun pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda.

Bupati Bombana, Ir. Burhanuddin, yang hadir dalam peluncuran tersebut, menyambut hangat kehadiran Sekolah Garuda di Sultra. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini membutuhkan lembaga yang mampu menyeimbangkan kemampuan akademik dengan pengembangan karakter.

“Saya hadir di sini bukan hanya sebagai undangan, tetapi sebagai sahabat dalam gerakan pendidikan. Apa yang dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi melalui Sekolah Garuda adalah contoh nyata kolaborasi lintas sektor untuk mencerdaskan anak bangsa,” ujar Bupati Burhanuddin.

Bupati menambahkan, sekolah seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi kabupaten lain, termasuk Bombana, untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Burhanuddin menegaskan  bahwa peluncuran Sekolah Garuda merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, yayasan sosial, dan masyarakat bisa menghasilkan pendidikan bermutu.

“Pendidikan bukan hanya soal gedung atau kurikulum. Ini soal nilai, teladan, dan harapan yang kita tanamkan setiap hari kepada anak-anak kita,” pungkasnya.

 

 

 

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menekankan bahwa Sekolah Garuda bukan sekadar bangunan dan ruang kelas, tetapi sarana untuk menumbuhkan empati, toleransi, dan semangat gotong royong.

“Sekolah ini tentang membentuk generasi yang punya hati, bukan hanya otak. Pendidikan tidak hanya mencetak lulusan, tetapi manusia seutuhnya,” tegas ASR.

Ia menambahkan, tantangan pendidikan saat ini adalah kualitas dan karakter, bukan sekadar akses. Dengan Sekolah Garuda, Sultra berharap lahir generasi unggul yang memiliki kompetensi akademik sekaligus nilai-nilai kemanusiaan yang kuat.

Peluncuran Sekolah Garuda juga dihadiri Wakil Menteri PU RI Diana Kusumastuti dan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri. Diana Kusumastuti menyampaikan bahwa sekolah ini menjadi harapan baru bagi pelajar di Bumi Anoa untuk meraih pendidikan tinggi, bahkan hingga ke perguruan tinggi ternama di luar negeri.

“Sekolah Garuda disiapkan untuk membentuk SDM unggul, yang akan menjadi motor pembangunan Indonesia menuju 2045,” kata Diana Kusumastuti. Ia mengingatkan para pelajar untuk terus bermimpi dan berusaha, karena peluang pendidikan berkualitas kini terbuka di depan mata.

Sementara itu, Dyah Roro menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan di seluruh pelosok negeri. “Dengan kehadiran Sekolah Garuda, setiap anak di daerah terpencil memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita, berkontribusi pada bangsa, dan membangun masa depan,” ujarnya.

 

 

Pemerintah Provinsi Sultra telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, untuk pembangunan sekolah ini. Dengan fasilitas modern dan pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai kemanusiaan, Sekolah Garuda siap menjadi model percontohan bagi pendidikan unggul di Indonesia.

Bupati Burhanuddin menekankan bahwa peluncuran Sekolah Garuda merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, yayasan sosial, dan masyarakat bisa menghasilkan pendidikan bermutu. “Pendidikan bukan hanya soal gedung atau kurikulum. Ini soal nilai, teladan, dan harapan yang kita tanamkan setiap hari kepada anak-anak kita,” pungkasnya.

Kehadiran Sekolah Garuda di Konawe Selatan diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan berkarakter di Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk ikut mendorong terciptanya generasi emas Indonesia. (ADV)

 

Tulis Komentar