KilasSultra.com- BOMBANA – Kehadiran PT Sultra Industrial Park (SIP) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mulai dirasakan masyarakat. Meski perusahaan yang diproyeksikan membangun kawasan industri tersebut masih dalam tahap melengkapi dokumen perizinan dan belum resmi beroperasi, sejumlah infrastruktur dasar di sekitar wilayah perizinannya telah dibenahi.
Perbaikan dilakukan di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara. Infrastruktur yang disentuh meliputi jalan, jembatan, drainase, saluran irigasi hingga akses menuju kawasan permukiman warga.
Salah satu perubahan paling terlihat berada pada jalan penghubung Desa Tembe dan Desa Wumbubangka. Ruas sepanjang hampir 11 kilometer itu sebelumnya sempit, berbatu dan bergelombang. Kondisinya bahkan sempat dipenuhi rumput di sisi kiri dan kanan hingga menutup badan jalan.
Kini, ruas tersebut telah diperlebar dengan ukuran sekitar tujuh hingga delapan meter dan kondisinya jauh lebih baik. Waktu tempuh masyarakat juga ikut terpangkas. Jika sebelumnya perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, kini dapat ditempuh kurang dari 10 menit.
Kepala Desa Wumbubangka, Karman, mengatakan pembenahan tersebut dilakukan setelah masyarakat menyampaikan permintaan kepada PT SIP.
“Kami yang bermohon di perusahaan agar jalan, jembatan, drainase dan saluran irigasi diperbaiki. Alhamdulillah direspons dan dikerjakan dengan cepat,” kata Karman, Minggu (9/8).
Menurut Karman, warga telah bertahun-tahun merasakan buruknya kondisi jalan Tembe-Wumbubangka. Perubahan mulai terlihat sekitar tiga bulan setelah PT SIP hadir di Bombana.
Selain jalan, perusahaan juga memperbaiki jembatan yang mengalami kerusakan dan nyaris roboh. Jembatan tersebut direhabilitasi menggunakan buis beton sehingga kembali dapat digunakan masyarakat.
Camat Rarowatu Utara Hajar Aswad mengatakan manfaat kehadiran PT SIP juga dirasakan di wilayah lainnya. Perusahaan turut membuka dan memperbaiki jalan dari Satuan Permukiman (SP) 2 menuju SP 9 sepanjang sekitar lima kilometer.
Sebelumnya, jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Setelah diperbaiki, akses tersebut kini dapat dilalui kendaraan roda empat.
“Panjang jalan yang diperbaiki sekitar lima kilometer. Jadi jalan SP 2 ke SP 9 bisa diakses mobil. Jalannya juga lebar dan mulus,” ujar Hajar.
Perhatian PT SIP tidak hanya menyasar akses transportasi. Kebutuhan air bagi petani juga menjadi bagian dari pembenahan. Perusahaan memperbaiki saluran irigasi dan drainase serta membuat bendungan sementara untuk membantu mengalirkan air ke persawahan.
Hajar mengatakan perbaikan tersebut merupakan respons atas permintaan kelompok tani yang khawatir kekurangan air saat musim kemarau.
“Kalau tidak diperbaiki saluran airnya, biasanya terjadi kekeringan. Bahkan saat ini sudah ada sawah warga yang kering. Makanya petani meminta PT SIP membenahi irigasi dan drainase,” katanya.
Untuk mempercepat pekerjaan, PT SIP menurunkan delapan unit alat berat, mulai excavator hingga bulldozer, 10 unit truk serta dua unit rumah pompa darurat. Peralatan tersebut disebar di sejumlah titik untuk menangani jalan, jembatan, irigasi, drainase dan kawasan persawahan.
Ketua Kelompok Tani BP Sejahtera, Sudirman, mengatakan petani juga terbantu dengan penanganan aliran sungai yang selama ini tertutup material akibat aktivitas pertambangan emas.
Keluhan tersebut disampaikan kepada manajemen PT SIP dan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan alat berat untuk membuka kembali sejumlah titik aliran sungai.
PT SIP bahkan membuat waduk sementara untuk menampung air sebelum dialirkan ke kawasan persawahan.
Bagi masyarakat Wumbubangka, perbaikan infrastruktur tersebut menjadi perubahan nyata. Meski kawasan industri belum beroperasi, kehadiran PT SIP telah memberikan manfaat langsung melalui peningkatan akses transportasi dan dukungan terhadap kebutuhan pengairan pertanian warga. (B)
